Menulis dan membaca bukanlah hal baru dalam kehidupan. Sejak mampu membaca dan menulis pada kelas 1 SD dulu sampai sekarang kita selalu membaca dan menulis. Namun seiring mendewasanya diri melewati rentang waktu dua kata tersebut berubah menjadi dua kata dengan makna yag berat.
Berat karena membaca tidak hanya kegiatan membaca serangkaian huruf yang tergabung menjadi kata, kata yang terangkai menjadi kalimat, kalimat yang terangkai menjadi paragraf, dan paragraf yang terangkai menjadi untaian artikel.
Membaca pada usia matang memaksa diri untuk mampu menyerap setiap buah pikiran dan rasa dari tulisan yang dibaca. Membaca membutuhkan pemahaman akan sebuah konteks yang dipaparkan penulisnya.
Begitu juga halnya dengan menulis. Menulis bukan hanya merangkai huruf, kata, dan kalimat. Munculnya teknologi sms benar-benar memporak-porandakan pendidikan menulis yang sudah ditanamkan sejak pendidikan dasar. Semakin dekatnya akses dengan teknologi menyebabkan jemari lebih sering bersentuhan dengan keyboard dan touch screen ketimbang mengangkat pena dan menorehkan tulisan di kertas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar